Administrator | Jumat, 02 Maret 2018 11:13:26 WIB


Khususnya para ibu dari generasi ABG (Angkatan Babeh Gue), masih ada yang kenal dengan Saripohatji? Bukan Si Sari Oh, hastyiiii, ya.

Tak sengaja saya temukan bedak dari jadoel produk Ciamis ini ketika lagi mencari beberapa sayuran di sebuah pasar tradisional kecil di dekat rumah saya. Pertama kali saya tahu bedak ini dari suatu program acara fitur di salah satu stasiun TV swasta. Detil bedak ini bisa dilihat di gambar-gambar yang saya lampirkan berikut ini

Dari berbagai catatan hasil selancar di internet, bedak ini bahan utamanya dari tepung beras yang ditumbuk dan dicampur beberapa bahan alami yang kabarnya sampai 40 macam. Di antaranya Daun Mangkokan, Daun Suji, Daun Pandan, Daun Jambu, Daun Beungbeureuman, Daun Teklan, akar-akaran seperti Temulawak, Kunyit, plus bahan lainnya seperti Tomat, dan Jeruk Nipis. Bedak ini amat terkenal di Jawa Barat di rentang waktu 1960 – 1980

Pantas saja kalo Mojang Priangan khususnya Mojang Bandung sejak zaman baheula, kasohor mani gareulis (terkenal pada cantik semua), karena kulit mereka yang halus, putih bersih, bebas jerawat dan flek hitam, karena bedak ini mereka gunakan sebagai kosmetika mereka sehari-hari. Tidak heran kalo sejak zaman baheula oge, banyak pelancong dari pelbagai tempat datang ke Bandung khususnya ke Bragaweg, melihat cantiknya putri-putri Bandung berjalan melintasi jalan itu. Ternyata Saripohatji made by Siti Marijah inilah yang “melukis” wajah para Mojang Bandung sehingga menjadi geulis